Hikmah Sakit…
Sakit adalah salah salah satu cobaan pada diri seorang muslim, sebagai ujian untuk menguji kesabaran dan keridhaan seorang hamba dalam menerima takdir Allah. Sakit dapat dijadikan tangga untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Selain itu, sakit terkadang juga merupakan sebuah sinyal dan isyarat bahwa kematian sudah mulai meliriknya, malaikat sudah memberi aba-aba bahwa ia akan berkunjung. Tetapi, jangan pernah takut ditimpa kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit, karena sesungguhnya penyakit tidaklah mampu mendekatkan seseorang pada kematian, sebagaimana kesehatan tidak mampu menjauhkan seseorang dari kematian, yang menjadi penentu semuanya adalah ajal yang telah ditentukan Allah SWT pada semua manusia. Jika ajal yang telah ditentukan telah tiba, maka kematianpun akan datang, baik orang tersebut dalam keadaan sakit maupun sehat (Q.S Al-A’raf:34)…
Ali bin Abu Thalib berkata : “Banyak orang yang sehat mati seketika tanpa penyakit, banyak orang yang tetap hidup meski ia sakit, banyak pemuda yang sehat di pagi dan sore hari, kain kafan telah menunggunya tanpa ia sadari”…
Berikut, beberapa faedah, hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari suatu penyakit yang tengah diderita, antara lain:
1. Untuk mengetahui hamba yang sabar saat berada dalam kesempitan (Q.S Al-Baqarah:155).
2. Menghapus dosa dan kesalahan, karena sesungguhnya penyakit itu terkadang sebagai akibat dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia (Q.S Asy-Syura:30).
3. Penyakit dicatat sebagai kebaikan dan dapat mengangkat derajat seseorang (HR. Muslim).
4. Sarana yang dapat mengantarkan seseorang masuk surga (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Menjadi penyelamat bagi seseorang dari siksa api neraka (HR. Ahmad dan Hakim).
6. Membuat seorang hamba kembali kepada Rabbnya, sebagai peringatan atas perbuatan maksiat yang dilakukannya dan menyadarkannya dari kesalahan (Q.S Al-An’am:42).
7. Sebagai peringatan atas nikmat Allah yang telah lalu dan yang akan datang.
8. Mendorong agar lebih banyak berdoa, berdzikir, dan beristighfar.
9. Menumbuhkan kesadaran akan kelemahan diri, bahwa harta, pangkat, jabatan, anak, teman, ataupun ilmu dan teknologi tidak dapat berbuat apa-apa bila sakit telah tiba.
10. Banyak bersyukur, karena Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk bertaubat, membersihkan diri, dan menambah bekal.
11. Sakit merupakan suatu pertanda rasa cinta Allah kepada hamba-Nya (HR. Bukhari).
12. Bagi yang biasa mengerjakan amal kebaikan di waktu sehat, akan tetap dicatat pahala untuknya walaupun ia tidak bisa mengerjakan amal tersebut lantaran sakit (HR. Abu Daud).
Sesungguhnya Allah tidak butuh menyiksa hamba-Nya dan Dia tidak membutuhkan sesuatu apapun yang menyebabkan hamba-Nya menderita, akan tetapi hikmah Allah dan rahmat-Nya kepada hamba-Nya-lah yang mengharuskan adanya bala atau penyakit, agar hamba-Nya dapat merasakan manfaat dari penyakit yang dideritanya, dan mendapatkan keuntungan-keuntungan yang tidak akan hamba-Nya dapatkan tanpa menderita penyakit tersebut…Maka bagi-Nya segala pujian atas seluruh rahmat yang telah Dia berikan…
Oktober 4, 2008 pada 3:58 pm
As.
Bener bgt.
Luarbiasa tulisannya. Saya pribadi gk pernah mempelajari tentang kematian, krn saya pikir topik lain lebih menarik ketimbang kematian. Jika ingin mati, berharap saja Syahid, Insya Allah sudah cukup.
jz
Desember 10, 2008 pada 4:55 pm
tp jgn kebanyakan sakit juga..
sehat itu mahal bu..
hehe..
Maret 12, 2009 pada 11:15 am
Asslm…
Anda mengingatkan saya dengan kematian.
Saya berpikir seperti ini manfaatkanlah masa muda mu sebelum datang masa tua mu.